Jumat, 09 Juni 2017

Permasalahan Komunikasi Yang Sering Terjadi Di Bidang TEKNIK SIPIL


Mengapa komunikasi penting dalam suatu Perusahaan ? Pertanyaan ini kerap dilontarkan oleh mereka yang perhatian terhadap kajian fenomena komunikasi maupun mereka yang tertarik pada gejala-gejala keorganisasian. Dalam kenyataan masalah komunikasi senantiasa muncul dalam sebuah Perusahaan. Komunikasi mempunyai andil membangun iklim organisasi, yang berdampak kepada membangun budaya organisasi, yaitu nilai dan kepercayaan yang menjadi titik pusat Perusahaan. Tujuan komunikasi dalam Perusahaan tidak lain dalam rangka membentuk saling pengertian (mutual understanding) . Pendek kata agar terjadi penyetaraan dalam kerangka referensi, maupun dalam pengalaman.

Solusi
1. Mengakui bahwa ada masalah

Percayalah, kebanyakan pasangan sulit mengakui bahwa ada masalah dalam hubungan mereka. Maka, sesekali Anda harus melakukannya agar merasa jauh lebih baik. 

2. Bicara

Hambatan terbesar dalam menyelesaikan masalah komunikasi adalah keinginan untuk bicara. Inilah saat paling tepat untuk mulai banyak bicara tentang hubungan Anda.

3. Pendekatan yang berbeda

Apakah cara sebelumnya tidak bekerja? Nah, mengapa tidak mencoba pendekatan yang berbeda? Percayalah, itu akan bekerja lebih baik dan Anda bisa melihat tanggapan berbeda dari pacar Anda. Pendekatan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengontrol sikap dan emosi Anda.

4. Mendengarkan satu sama lain

Masalah komunikasi muncul karena ego masing-masing pasangan. Padahal dengan mendengarkan satu sama lain, kita bisa memahami apa yang diinginkan pasangan. 

5. Kontrol kemarahan

Masalah tidak akan selesai jika dihadapi dengan amarah. Sebaliknya, masalah itu malah menjadi semakin runyam. Kontrollah emosi Anda dan temukan solusi terbaik untuk masalah komunikasi yang sedang kalian hadapi.

6. Tetap tenang

Amarah tidak menyelesaikan masalah. Jadi, buat apa Anda harus buang-buang tenaga untuk marah-marah pada pasangan. Dengan bersikap tenang, Anda bisa mengendalikan semuanya. Percayalah!

Masalah komunikasi menimpa sebagian besar hubungan percintaan tanpa terkecuali. Ada saatnya untuk maju dan ada saatnya untuk mundur. Jadi, dahulukan sikap tenang dan kepala yang dingin untuk menyelesaikannya. 

Contoh Permasalahan
Yang Bergerak di Bidang Teknik Sipil


Batasan tiga kendala adalah :

Mutu
Kinerja harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan. Hasilyang dikerjakan dapat dipertanggungjawabkan.

Biaya
Besarnya sesuai biaya yang dialokasikan. Dengan kata lain, pengerjaan proyek konstruksi tersebut harus efisien.

Waktu
Sesuai waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Dengan kata lain, pengerjaan proyek konstruksi tersebut harus efektif.
  
Masalah-Masalah dalam Koordinasi.

Peningkatan spesialisasi akan menaikkan kebutuhan akan koordinasi. Tetapi semakin besar derajat spesialisasi, semakin sulit bagi manajer untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan khusus dari satuan-satuan yang berbeda. Paul R. Lawrence dan Jay W. Lorch (Handoko, 2003:197) mengungkapkan 4 (empat) tipe perbedaan dalam sikap dan cara kerja yang mempersulit tugas pengkoordinasian, yaitu:

1. Perbedaan dalam orientasi terhadap tujuan tertentu.

Para anggota dari departemen yang berbeda mengembangkan pandangan mereka sendiri tentang bagaimana cara mencapai kepentingan organisasi yang baik. Misalnya bagian penjualan menganggap bahwa diversifikasi produk harus lebih diutamakan daripada kualtias produk. Bagian akuntansi melihat pengendalian biaya sebagai faktor paling penting sukses organisasi.

2. Perbedaan dalam orientasi waktu.
Manajer produksi akan lebih memperhatikan masalah-masalah yang harus dipecahkan segera atau dalam periode waktu pendek. Biasanya bagian penelitian dan pengembangan lebih terlibat dengan masalah-masalah jangka panjang.

3. Perbedaan dalam orientasi antar-pribadi.

Kegiatan produksi memerlukan komunikasi dan pembuatan keputusan yang cepat agar prosesnya lancar, sedang bagian penelitian dan pengembangan mungkin dapat lebih santai dan setiap orang dapat mengemukakan pendapat serta berdiskusi satu dengan yang lain.

4. Perbedaan dalam formalitas struktur.

Setiap tipe satuan dalam organisasi mungkin mempunyai metode-metode dan standar yang berbeda untuk mengevaluasi program terhadap tujuan dan untuk balas jasa bagi karyawan.

Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam menyelesaikan proses konstruksi

1.      Tenaga Kerja

2.      Peralatan Konstruksi

3.      Keuangan

4.      Lingkungan

Keterlambatan proyek dapat dilihat dalam dua hal seperti yang telah disebutkan di atas yaitu aspek
yang terpengaruh dan faktor yang mempengaruhi atau yang menjadi penyebab. Adapun faktor yang
terpengaruh yang menyebabkan proyek terlambat adalah:
·                     Keterlambatan terkait material
·                     Keterlambatan terkait tenaga kerja
·                     Keterlambatan terkait peralatan
·                     Perencanaan yang tidak sesuai
·                     Lemahnya kontrol waktu proyek
·                     Keterlambatan Subkontraktor
·                     Koordinasi yang lemah
·                     Pengawasan yang tidak memadai
·                     Metode pelaksanaan yang tidak sesuai
·                     Kurangnya personil secara teknikal
·                     Komunikasi yang lemah

Aspek yang terpengaruh di atas, rasanya cukup mudah untuk dipahami dan memang sering dirasakan oleh pelaku proyek. Sebagai contoh, pada pelaksanaan proyek di Kalimantan apalagi lokasi proyek berada jauh dari pusat kota, sering terjadi keterlambatan material, tenaga kerja, peralatan, dan subkontraktor. Pada proyek dengan kerumitan atau kompleksitas tinggi, aspek yang sering terjadi adalah perencanaan yang tidak sesuai, kurangnya personil secara teknis, dan koordinasi yang lemah. Sedangkan aspek lemahnya kontrol waktu, pengawasan yang tidak memadai, dan komunikasi yang lemah umumnya terjadi pada proyek yang menghadapi masalah-masalah internal tim proyek itu sendiri. Penjelasan di atas adalah pendekatan pengalaman. Tentu harus dikaji lebih teliti.

Solusi

Jika proyek Anda terlambat, Menemukan penyebab adalah langkah awal penting yang harus dilakukan dalam rangka memetakan masalah-masalah yang mennyebabkan keterlambatan proyek. Solusi atau strategi yang tepat untuk mengatasi keterlambatan akan lebih mudah didapatkan jika proyek telah memetakan faktor-faktor utama yang menyebabkan proyek mengalami keterlambatan. 

Didalam hubungan komunikasi di suatu lingkungan kerja atau  perusahaan konflik antar individu akan sering terjadi. Konflik yang sering terjadi biasanya adalah karena masalah kominikasi yang kurang baik. Sehingga cara mengatasi konflik dalam perusahaan harus benar-benar dipahami management inti dari perusahaan, untuk meminimalisir dampak yang timbul.

Permasalahan atau konflik yang terjadi antara karyawan atau karyawan dengan atasan yang terjadi karena masalah komunikasi harus di antisipasi dengan baik dan dengan system yang terstruktur. Karena jika masalah komunikasi antara atasan dan bawahan terjadi bias-bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya mogok kerja, bahkan demo.

Sehingga untuk mensiasati masalah ini bias dilakukan dengan berbagai cara.
1. Membentuk suatu system informasi yang terstruktur, agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi. Misalnya, dengan membuat papan pengumungan atau pengumuman melalui loudspeaker.
2. Buat komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan menjadi lancer dan harmonis, misalnya dengan membuat rapat rutin, karena dengan komunikasi yang dua arah dan intens akan mengurangi masalah di lapangan
3. Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan dan karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi setiap individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam hal komunikasi
Biasanya masalah timbul karena lingkungan yang kurang kondusif di suatu perusahaan. Misalnya, kondisi cahaya yang kurang, atau sirkulasi yang kurang baik, dan temperature ruangan yang tinggi sangat mungkin untuk meningkatkan emosi seseorang, jadi kondisi dari lingkungan juga harus di perhatikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar